• Belajar musik sejak usia dini membantu mengembangkan daerah otak yang terlibat dalam bahasa dan penalaran. Diperkirakan bahwa perkembangan otak berlanjut selama bertahun-tahun setelah kelahiran. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pelatihan musik secara fisik mengembangkan bagian dari sisi kiri otak yang dikenal untuk pengolahan bahasa, dan benar-benar dapat menghubungkan sirkuit otak dengan cara tertentu. Mendengarkan  lagu yang familiar untuk informasi yang baru juga dapat membantu informasi tersebut membekas di pikiran anak muda.
  • Ada juga hubungan sebab akibat antara musik dan kecerdasan spasial (kemampuan untuk melihat dunia secara akurat dan untuk membentuk gambaran mental dari sesuatu). Ini jenis kecerdasan, yang dengan kecerdasan tersebut seseorang dapat memvisualisasikan berbagai elemen yang harus pergi bersama-sama, sangat penting untuk jenis berpikir yang diperlukan untuk segala sesuatu dari pemecahan masalah matematika canggih untuk dapat mengemas buku-tas dengan segala sesuatu yang akan dibutuhkan untuk hari .
  • Anak-anak dan para pelajar seni belajar untuk berpikir kreatif dan memecahkan masalah dengan membayangkan berbagai solusi, menolak aturan usang dan asumsi. Pertanyaan tentang seni tidak hanya memiliki satu jawaban yang benar.
  • Penelitian terbaru menunjukkan bahwa siswa yang mempelajari seni lebih berhasil pada tes standar seperti tes psikotes atau masuk ke perguruan tinggi. Mereka juga mencapai nilai yang lebih tinggi di sekolah.
  • Sebuah studi tentang seni menyediakan anak-anak dengan sekilas internal budaya lain dan mengajarkan mereka untuk empati melalui orang-orang dari budaya ini. Ini pengembangan belas kasih dan empati, sebagai lawan untuk pengembangan keserakahan dan  sikap “keegoisan”, menyediakan jembatan melintasi jurang budaya yang mengarah untuk menghormati ras lainnya pada usia dini.
  • Siswa belajar musik karena mereka belajar bagaimana rincian diletakkan bersama-sama dengan susah payah dan apa yang dianggap baik, sebagai lawan biasa-biasa saja, kerja. Standar-standar ini, bila diterapkan pada karya siswa, menuntut tingkat baru keunggulan dan mengharuskan mahasiswa untuk meregangkan sumber daya batin mereka.
  • Dalam musik, kesalahan adalah kesalahan. contohnya instrumennya selaras atau tidak, nadanya baik dimainkan atau tidak, enak didengar atau tidak. Hanya dengan kerja keras bahwa kinerja yang sukses adalah mungkin. Melalui studi musik, siswa belajar nilai upaya yang berkelanjutan untuk mencapai keunggulan dan manfaat nyata dari kerja keras.
  • Belajar musik meningkatkan keterampilan kerja sama tim dan disiplin. Agar sebuah orkestra suara yang bagus, semua pemain harus bekerja sama secara harmonis menuju tujuan tunggal, kinerja, dan harus berkomitmen untuk belajar musik, menghadiri latihan, dan terus berlatih.
  • Musik menyediakan anak-anak dengan sarana ekspresi diri. Sekarang ada keamanan relatif dalam dasar-dasar eksistensi, tantangannya adalah untuk membuat hidup bermakna dan untuk meraih tahap pembangunan yang lebih tinggi. Setiap orang perlu berhubungan dalam hidupnya, dengan dia itu apa dan apa yang dia rasakan. Harga diri adalah hasil dari ekspresi diri.
  • Belajar musik mengembangkan keterampilan yang diperlukan di tempat kerja. Ini berfokus pada “melakukan,” sebagai lawan mengamati, dan mengajarkan siswa bagaimana melakukan, secara harfiah, di mana saja di dunia. Pengusaha mencari multi-dimensi pekerja dengan jenis intelek fleksibel dan lentur bahwa pendidikan musik membantu menciptakan seperti yang dijelaskan di atas. Di kelas musik, siswa juga dapat belajar untuk lebih berkomunikasi dan bekerja sama satu sama lain.
  • Pertunjukan musik mengajarkan anak muda untuk menaklukkan rasa takut dan mengambil risiko. Sebuah kecemasan kecil adalah hal yang baik, dan sesuatu yang akan sering terjadi dalam kehidupan. Berurusan dengan lebih dini dan sering membuat berkurangnya masalah kemudian. Pengambilan risiko sangat penting jika seorang anak untuk sepenuhnya mengembangkan potensi dirinya. Musik memberikan kontribusi untuk kesehatan mental dan dapat membantu mencegah perilaku berisiko seperti penyalahgunaan narkoba.
  • Sebuah pendidikan seni tidak ada batasannya.

 

Ingat! “Barang  + Perawatan = Awet” 
Merawat gitar itu sebenarnya tidak terlalu sulit, tetapi kebanyakan orang malas merawat gitar yang dimilikinya. Setelah dimainkan, gitarnya diletakkan asal-asalan tanpa memperdulikan apa yang akan terjadi pada gitarnya.
Gitar itu sensitif, terutama gitar akustik. Debu sedikit saja sudah berpengaruh banyak terhadap perubahan karakter suara yang dihasilkan.
Ada beberapa cara sederhana agar gitar bisa terawat dengan baik.
Tips-tips berikut itu saya dapatkan dari pengalaman saya, dan sharing teman-teman yang suka main gitar, serta browsing dari internet. Nah, tips berikut sebenarnya mudah untuk dilakukan. Intinya asal jangan malas saja.
Untuk merawat gitar akustik agar tetap awet dan suaranya tetep oke dan tidak fals/sumbang, berikut tipsnya:

Bersihkan Senar
Bersihkan senar secara rutin, paling tidak seminggu sekali. Kalo perlu pake cairan khusus pembersih senar/string. di toko juga ada. Tujuannya agar senar tidak mudah berkarat, dan menjaga karakter suaranya.
Kendurkan Senar
Jika gitar tidak dipakai dalam waktu yang lama, disarankan senarnya dikendurkan. Ini menjaga agar neck gitar tidak melengkung akibat kencangnya senar.

Letakkan dengan Benar
Posisi terbaik adalah ditelentangkan, dengan posisi senar bebas tidak menyentuh permukaan apapun.

Bersihkan Fretboard
Fretboard adalah tempat bersarangnya kotoran akibat keringat dari jari dan kotoran. Jika dibiarkan terlalu lama, bisa menjadi kerak. Setiap mengganti senar, bersihkan juga fretboard-nya dengan pick gitar, lalu lap dengan bahan kaos.

Bersihkan Seluruh Bagian Gitar
Selain senar, body, fretboard, dan bagian lainnya juga wajib bersih. Tujuannya agar enak dipandang, juga menjaga kualitas akustiknya.

Ganti Senar Satu Set
Ganti senar kalo udah karat. Jangan menunggu putus atau jelek. Karena pasti berpengaruh terhadap suaranya. Usahakan kalo ganti senar dan senarnya itu sudah lama, jangan satu-satu meskipun yang putus satu. Tujuannya agar karakter suara tiap senar seragam.

Tas Gitar/Guitar Case
Pastikan gitar mempunyai tas/case untuk melindunginya dari udara kotor diluar dan dari benturan. ada 2 jenis guitar case yaitu softcase atau hardcase. Softcase lebih ringan dan mudah untuk dibawa kemana mana, sedangkan hardcase melindungi total dari benturan. Tergantung pilihanmu. selalu simpan gitar dalam case apabila tidak dimainkan. Maka gitar akan lebih awet dan tidak mudah rusak.

Jangan Dibanting
Sayangilah gitar kita. Jika akan diletakkan, letakkan dengan perlahan agar body gitar tidak pecah atau setelan senar tidak berubah dan menjadi kacau.

Semoga tips yang saya berikan bermanfaat serta membuat gitar kita lebih awet dan terawat.

Pada kesempatan kali ini kita akan belajar dasar-dasar bermain piano.
Pertama, kita kenali dulu tombol-tombol pada piano.
ada 12 tombol pada keyboard yang diberi nama secara alfabetis daro A sampai G.
Setiap tombol yang berwarna putih akan diberi nama salah satu dari alphabet ini (untuk tombol hitam akan dijelaskan nanti).
Image
Jika kita lihat tombol-tombol pada piano, ada tombol putih dan tombol hitam.
Perhatikan tombol-tombol warna hitam. tombol-tombol ini terdiri dari dua kelompok yang berisi dua tombol dan diikuti dengan kelompok yang berisi tiga kelompok. Dari pengelompokan ini kita dapat mengetahui posisi kunci-notasi pada tombol putih dengan mudah.

Contohnya, tombol putih yang berada di sebelah kiri kelompok dua tombol hitam adalah tombol C. tombol putih yang berada diantara dua tombol hitam pada kelompok dua tombol hitam adalah D. Agar lebih paham mengenai notasi pada piano, kita akan belajar tangga nada.
Tangga  yang akan kita pelajari kali ini adalah tangga nada diatonik.

Tangga nada diatonik adalah tangga nada yang terdiri dari 7 nada yang dimainkan dari nada dasar (root notes) hingga nada ke 7 berdasarkan interval-interval yang telah ditentukan.
Berikut adalah jarak-jarak interval di dalam tangga nada ini
Image
Maksudnya adalah jarak dari C ke D adalah 1, D ke E adalah 1, E ke F adalah 1/2, dan seterusnya.
Secara sederhana, di dunia tarik suara tangga nada ini dinyanyikan dalam do re mi fa sol la, si, dan sampai kembali ke do (tinggi).

OK, sejauh ini kita mulai mengenal tombol putih dahulu, karena penamaan tombol hitam sangat mudah bila kita telah mengerti tombol putih. Faktanya, penamaan tombol hitam berdasarkan nama tombol putih yang berada di dekatnya. Hanya ada 5 tombol hitam unik pada keyboard, yang diberi nama seperti ditunjukkan berikut.

Saya harus menjelaskan arti kruis dan mol dulu sebelum kita memahami penamaan tombol hitam. Pada dasarnya meng-kruis-kan sebuah not berarti menggeser not ke sebelah kanan (naik) secara langsung. Jadi jika kita menemukan tombol F (yang berada disebelah kiri pada kelompok 3-tombol-hitam) dan meng-kruis-kan not ini, maka geser not F ke kanan secara langsung dan kita mendapatkan tombol hitam yang disebut F kruis atau F#. Hal yang sama jika kita menggeser ke kanan dari G maka kita akan menemukan tombol hitam G# dan seterusnya.
Image
(Penamaan tombol hitam keyboard dalam pengertian kruis)
Satu hal lain yang mesti saya jelaskan sebelum lanjut adalah setiap tombol hitam mempunyai dua nama. Ini dikarenakan lagi karena masih dari penamaan mol. Penamaan mol merupakan lawan dari penamaan kruis, yakni jika pada kruis kita “naik” bergeser ke kanan satu tombol, sekarang kita “turun” bergeser ke kiri satu tombol. Kita lihat gambar berikut untuk penamaan mol ini.
Image
(Penamaan tombol hitam keyboard dalam pengertian mol)

Pronoun (Kata ganti) diantaranya:

A. Personal Pronoun

     Personal pronoun yang berfungsi sebagai subjek diantaranya: I, We, They, You, She, He, It.


B. Possesive Pronoun

     Possesive pronoun yang berfungsi sebagai kepemilikan diantaranya: Mine, Ours, Theirs, Yours, Hers,
     His, Its.


C. Demonstrative Pronoun
Demonstrative pronoun adalah kata ganti petunjuk, dipergunakan untuk menggantikan kata benda yang
telah diucapkan terlebih dahulu. Yang termasuk demonstrative pronoun antara lain: this, that, these,
those, dan some.


Perhatikan!

-This    = ini (bentuk tunggal).

-These = ini (bentuk jamak).

-That   = itu (bentuk tunggal).

-Those = itu (bentuk jamak).


Contoh dalam kalimat:

-This dictionary is mine.

-That cake is delicious.

 

D. Relative Pronoun

     Relative pronoun adalah kata ganti penghubung (yang), dipergunakan untuk menghubungkan dua kalimat
menjadi satu kalimat.

 

Perhatikan !

 

Who    : yang (untuk orang sebagai subjek)

Contoh:
Aji came to my home. He won the Mathematics contest.

(Aji datang ke rumahku. Ia menang lomba Matematika)
He=subjek,  won=predikat,  the Mathematics contest=Objek
= Aji who won the Mathematics contest came to my home.
(Aji yang menang lomba Matematika itu datang ke rumahku)
Pembahasan:

Pada 2 kalimat yg dicetak tebal di atas, yang merupakan pronoun adalah “he” (kalimat 2) karena “he” merujuk pada kata Aji (laki-laki), posisi “he” adalah sebagai subjek kalimat ke 2.  Maka kata “he”diganti dengan “Who” dan ditulis setelah “Aji”. Lihat hasilnya di atas.

 

Whom : yang (untuk orang sebagai objek)

Contoh: 

The boy flies a kite.I call him.
Anak itu menerbangkan layang-layang. Saya memanggilnya)
I=subjek,  call=predikat,  him=objek
=The boy whom I call flies a kite
(anak yang saya panggil itu menerbangkan layang-layang)
Pembahasan:
Pronoun (kata ganti yang sama di kedua kalimat itu adalah “him” dengan “the boy”). Sedangkan kedudukan “him” adalah sebagai objek, jadi relative-nya menggunakan “whom”. Karena kata”him” sama dengan “the boy”, maka penulisan “whom” nya juga setelah “the boy. Lihat contoh di atas.


Whose : yang…nya (untuk menyatakan kepemilikan)

Contoh:

The baby is crying. It’s mother is sick.

(Bayi itu sedang mengis. Ibunya sakit)
Its=pronoun kepunyaan,  mother=benda kepunyaannya. “Its” merujuk pada “the baby”
Maka penulisan relative “whose” nya ada;ah setelah “the baby”.
The baby whose mother is sick is crying.

(Bayi yang ibunya sakit itu sedang menangis)

                                               

Which : yang (untuk benda sebagai subjek atau objek )

Contoh: 

The colored pencils are very beautiful. They are expensive. 
(Pensil warna itu bagus sekali. harganya mahal)
They=subjek,  are=predikat,  expensive=komplemen
=The colored pencils which are expensive are very beautiful. 
(Pensil warna yang mahal itu bagus sekali)

Contoh lain:
Amir hit the dog. It was barking a lot.
(Amir memukul anjing itu. Ia menggonggong terus)
It=subjek,  was barking  a lot=predikat.

=Amir hit the dog which was barking a lot.(Amir memukul anjing yang menggonggong terus)  

                

That     : yang (dipakai untuk mengganti pronoun who, whom, dan which)

Contoh:   

Aji who won the Mathematics contest came to my home.
=
Aji that won the Mathematics contest came to my home.The boy whom I call flies a kite
=
The boy that I call flies a kiteThe colored pencils which are expensive are very beautiful.The colored pencils that are expensive are very beautiful. 

 

E. Interrogative Pronoun

     Interrogative pronoun adalah kata ganti yang dipergunakan dalam kalimat tanya.

Who     = siapa (digunakan untuk menanyakan orang sebagai subjek)

Contoh: Who told you that? (Siapa yang mengatakan itu?) (menanyakan subjek)

 

Whose  = milik siapa (digunakan untuk menanyakan orang, benda atau binatang)

Contoh: Whose guitar is this? (Milik siapa gitar ini?)

 

Whom  = siapa (digunakan untuk menanyakan orang sebagai objek)

Contoh: Whom did she tell it? (Kepada siapakah dia mengatakan itu?) (menanyakan objek)

 

What    = apa (digunakan untuk menanyakan benda atau binatang)

Contoh: What do you want to drink? (Kamu ingin minum apa?)

 

Which  = yang mana (digunakan untuk menanyakan orang, benda atau binatang)

Contoh: Which do you prefer, the pencil or the book? (Mana yang lebih kamu sukai, pensil atau buku?)

Ada 2 bagian dari noun, yaitu:

1. Concrete Noun (Kata benda berwujud)

Concrete noun adalah nama orang, tempat, atau benda dan sebagainya yang dapat ditangkap dengan indera kita,  penglihatan, pendengaran, penciuman, sentuhan atau rasa. yakni benda-benda yang kongkret.

Contoh: 

  • computer
  • pen
  • bag
  • helm

2. Abstract Noun (Kata benda tak berwujud)

 

Yang dimaksud dengan abstract noun adalah bahwa benda tersebut tidak bisa dirasakan oleh panca Indera, tetapi hanya dapat dibayangkan saja.

Contoh:

  • faith
  • hate
  • pride
  • romance

Kata benda tak berwujud dapat dibentuk dari kata kerja, kata sifat, dan kata-kata lainnya. 

Kata benda tak berwujud yang dibentuk dari kata kerja dengan menambahkan -ment di belakang kata kerja tersebut.
Contoh:
Verb                                                Abstract Noun
To adjust                                         adjustment
To agree                                         agreement

Kata benda tak berwujud yang dibentuk dari kata sifat (adjective) dengan menambahkan akhiran -ness
Contoh:
Adjective                                        Abstract Noun
Good                                                goodness

Polite                                                politeness

Ada 5 kelompok dari concrete noun:

 

a. Common Nouns (Kata benda biasa)

Yaitu  kata benda yang menunjukkan jenis, kelas dari benda-benda, tempat dan sebagainya.

Contoh:

  • Car
  • Man
  • Bridge
  • Town
  • Water
  • Metal
  • Ammonia
  • Plane

 

b. Proper Nouns (Kata benda tersendiri)

Yaitu nama orang, tempat dan sebagainya yang khusus untuk dia saja. Proper Nouns selalu diawali dengan huruf kapital.

Contoh:

  • Michael
  • Africa
  • Peking
  • Dayton Peace Accord
  • United Nations
  • The Tower of London
  • Uncle George
    (“Uncle” diawali dengan huruf kapital karena kata tersebut sudah menjadi bagian dari namanya.)
  • My favourite auntie is Auntie Sally. 
  • The Red Lion

 

c. Collective Nouns (Kata benda kumpulan)

Berupa manusia (people), binatang (animals) dan suatu benda (things). Beberapa kata tertentu biasanya atau selalu digunakan untuk membuat collective nouns.

Contoh:

  • Choir
  • Team
  • Jury
  • Shoal 
  • Cabinet (of ministers)
  • Regiment 

 

d. Material Nouns (Kata benda bahan baku)

Yaitu nama yang menunjukkan nama benda yang terjadi dengan sendirinya dan bukan buatan manusia.

Contoh:

  • gold
  • water
  • fish
  • iron
  • blood

 

e. Compound Nouns (Kata benda gabungan)

Yaitu yang merupakan gabungan dari dua kata atau lebih.

Contoh:

  • Mother-in-law
  • Board of members
  • Court-martial
  • Manservant
  • Paper-clip

 

Tulisan ini saya buat ditujukan bagi teman-teman yang baru belajar gitar tetapi sudah menguasai kunci-kunci dasar dari A sampai G beserta minor dan mayornya. Jadi, bagi teman-teman yang belum bisa kunci dasarnya harap belajar dulu. Di blog ini juga tersedia loh.. hehehe..
Oke, langsung saja saya jelaskan.
Dalam belajar melodi,yang perlu dipersiapkan adalah:
1) Gitar (kalau ada yang mempunyai 23 blok)
2) Tape recorder, mp3, atau apa saja yang digunakan untuk memutar musik.
Setelah alat dan bahan tersedia barulah kita mulai opsi lanjutan.
Dalam belajar melodi.ada beberapa teknik yang harus kita kuasai.
Image
Feeling (peka pada nada).
poin pertama yang harus kita kuasai. Asahlah pendengaran kita pada nada.
Caranya: cocokkan setiap nada pada blok-blok gitar.misalnya: blok ketiga dari senar nomor 5 atau nada C (do). Cari nada yang sama dengan nada (do) dari senar 1 hingga senar 6. Ulang berkali-kali hingga kita mampu membedakan masing-masing nada pada blok tiap-tiap senar.

Kelincahan jari.
Latihlah kelincahan jari kita dengan senam jari tiap pagi atau sebelum latihan. Bisa juga dengan bermain melodi asal asalan yang tujuannya untuk adaptasi.
 
Menentukan not pada kunci nada.
Artinya kita tentukan petikan not tertentu pada kunci,biasanya petikan tsb ada tiga not.Misal:kita gunakan kunci (C) titik notnya adalah =C, E, G titik ini adalah titik yang kita tekan pada jari,juga seterusnya coba praktekkan dengan kunci lain.setelah kita tahu titik notnya barulah kita gunakan feeling kita untuk menentukan petikan pertama saat kita menggunakan kunci-kunci tersebut. Tapi ingat petikan pertama tidak selalu dengan not yang sama pada kunci, misal: pada kunci C tidak selalu petikan notnya juga nada C.
 
Praktek mencari melodi.
Setelah kita tahu titik notnya, baru kita cari melodi dari lagu-lagu yang kita dengar dipemutar musik. Carilah lagu-lagu yang melodinya tidak cepat atau lagu slow. Tapi sebelumnya kita harus tahu kunci lagu tersebut. Setelah itu gunakan feeling kita dengan menirukan melodi lagu tersebut.
 
Mengiringi lagu di pemutar musik.
Sebelum kita mengiringi musik, stem dulu kunci kita dengan lagu di pemutar musik.
Caranya: Jika di musik kuncinya (C), cocokkan dengan titik notnya di (C). Kalau belum cocok, stem lagi hingga cocok. Setelah pas, barulah kita iringi musik tersebut.
 
Bermain bersama teman.
Nah, disinilah praktek sesungguhnya. Ajaklah beberapa teman untuk main bersama. Tapi setelan gitarnya harus sama. Cobalah lagu yang sudah kita hafal kunci dan melodinya untuk kita praktekkan. Usahakan teman anda juga menguasai kunci lagu tersebut. mainkan berulang-ulang dan perbaiki kesalahan2 yang kita buat.

Main di studio musik.
Setelah berbagai praktek yang kita lakukan sendiri atau bersama teman dan sudah menguasai beberapa aransemen lagu, barulah kita praktekkan di studio. Tidak usah harus bagus. Yang penting mencoba.
Tapi yang terpenting dalam belajar gitar itu adalah niat, bukan bakat. Bakat akan menyusul kemudian.
Tips-tips dan teknik di atas merupakan pengalaman pribadi saya yang sudah saya praktekkan sebelumnya karena saya belajar gitar secara otodidak dengan sharing beberapa teman.
Jadi, jangan malas untuk belajar! siapa tahu kelak anda menjadi gitaris terkenal :D
Ok selamat mencoba teknik-teknik dari saya. semoga berguna bagi Anda.

16 Tenses Bahasa Inggris:

Present Tense

  • Simple Present Tense
  • Present Continuous Tense
  • Present Perfect Tense
  • Present Perfect Continuous Tense

Past Tense

  • Simple Past Tense
  • Past Continuous Tense
  • Past Perfect Tense
  • Past Perfect Continuous Tense

Future Tense

  • Simple Future Tense
  • Future Continuous Tense
  • Future Perfect Tense
  • Future Perfect Continuous Tense

Past Future Tense

  • Past Future Tense
  • Past Future Continuous Tense
  • Past Future Perfect Tense
  • Past Future Perfect Continuous Tense


1. 
Present Tense (Waktu Sekarang)

a. Simple Present Tense (Waktu Sekarang Sederhana)

Rumus :

(+) : S + Verb-1 + s/es + O
(-)  : S + do/does + not + Verb-1 + O
(?)  : Do/does + S + Verb-1 + O ?

Contoh :

 

+ } Jack reads newspaper everyday.

– } Jack does not read newspaper everyday.

? } Does Jack read newspaper everyday?

Yes He does / No He does not (doesn’t)

Keterangan :

Untuk subjek I, We, You, They = Do

Untuk subjek He, She, It = Does

Contoh kalimat :

(+) I read this book everyday.

(+) He plays football every morning.

(-) I don’t read this book everyday.

(-) He does not play football every morning.

(?) Do I read this book everyday?

(?) Does he play football every morning?

b. Present Continuous Tense (Waktu Berlangsung Sekarang)

Menerangkan suatu perbuatan yabg sedang berlangsungpada waktu sekarang.

Rumus :

(+) : S + (is,am,are) + Verb-ing + O
(-)  : S + (is,am,are) + Not + Verb-ing + O
(?)  : (is,am,are) + S + Verb-ing + O ?

Yes They are / no they are not

Keterangan:

I = am

They, we, you = are

He, She, It = Is

Contoh dalam kalimat :

(+) He is playing badminton now.
(+) I am drinking a cup of coffee now.

(-) He isn’t playing badminton now.
(-) I am not drinking a cup of coffee now.

(?) Is he playing badminton now?
(?) Am I drinking a cup of coffee now?

c. Present Perfect Tense (Waktu Sempurna Sekarang)

Rumus :

(+) : S + Have/has + Verb-3 + O
(-) : S + Have/has + Not + Verb-3 + O
(?) : Have/has + S + Verb-3 + O ?

Contoh :

 

(+) You have eaten my snack.

(-) She has not been to Rome.

(?) Have you finished?

d. Present Perfect Continuous Tense (Waktu Berlangsung Sempurna Sekarang)

Rumus :

(+) : S + have/has + been + Ving + O
(-) : S + have/has + Not + been + Ving + O
(?) : Have/has + S + been + Ving + O?

Contoh :

(+) She has been going to Bali since evening.

(+) We have been riding a horse for five days.

(-) She hasn’t been going to Bali since evening.

(-) We haven’t been riding a horse for five days.

(?) Has she been going to Bali since evening?

(?) Have He been riding a horse for five days?

 

2. Past Tense (Waktu Lampau)

a. Simple Past Tense (Waktu Lampau Sederhana)

Rumus :

(+) : S + V2 + O
(-) : S + did + Not + V-1 + O
(?) : Did + S + V1 + O?

Contoh :

 

+} We were at school yesterday.

-} We were not at school yesterday.

?} Were we at school yesterday ?
Keterangan:

I, He, She, It = Was

They, we, you = were

Contoh :

(+) I saw a good film last night.

(+) She came here last week.

(-) I did not see a good film last night.

(-) She did not came not last week.

(?) Did I see a good film last night?

(?) Did she come here last week?

b. Past Continuous Tense (Waktu Berlangsung Lampau)

Rumus :

(+) : S + (was/were) + Ving + O
(-) : S + (was/were) + Not + Ving + O
(?) : (was/were) + S + Ving + O ?

Contoh :

(+) He was repairing his car when I came to his house.

(+) They were talking about sport when I met him.

(-) He wasn’t watching television all afternoon last week.

(-) They weren’t talking about sport when I met him.

(?) Was He repairing his car when I came to his house?

(?) Were they talking about sport when I met him?

c. Past Perfect Tense (Waktu Sempurna Lampau)

Rumus :

(+) : S + had + v3 + O
(-) : S + had + not + v3 + O
(?) : had + S + v3 + O ?

Contoh :

(+) When my brother arrived, I had painted my motor cycle.

(+) The ship had left before I arrived.

(-) When my brother arrived, I hadn’t painted my motor cycle.

(-) The ship hadn’t left before I arrived.

(?) Had I painted my motor cycle when my brother arrived?

(?) Had the ship left before I arrived?

d. Past Perfect Continuous Tense (Waktu Berlangsung Sempurna Lampau)

Rumus :

(+) : S + had + been + ving + O
(-) : S + had + + Not + been + ving + O
(?) : Had + S + been + ving + O ?

Contoh :

 

(+) They had been living there for two month.

(+) When they washed my drees, your father had been playing badminton.

(-) They hadn’t been living there for two month.

(-) When they washed my dress, your father hadn’t been playing badminton.

(?) Had they been living there for two month?

(?) When they washed my dress, had your father been playing badminton ?

 

3. Future Tense (Akan Datang)

a. Simple Future Tense (Waktu Akan Datang Sederhana)

Rumus :

(+) : S + Will/shall + V1 + O
(-) : S + Will/shall + Not + V1 + O
(?) : Will/shall + S + V1 + O ?

Contoh :

 

(+) I shall visit to Yogyakarta tomorrow.

(+) He will meet his girl friend at nine o’clock.

(-) I shall not visit to Yogyakarta tomorrow.

(-) He will not meet his girl friend at seven o’clock.

(?) Shall I visit to Yogyakarta tomorrow?

(?) Will he meet his girl friend at nine o’clock?

b. Future Continuous Tense (Waktu Berlangsung Akan Datang)

Rumus :

(+) : S + will/shall + be + Ving + O
(-) : S + will/shall + Not + be + Ving + O
(?) : will/shall + S + be + Ving + O?

Contoh :

 

(+) I shall be studying if you come at seven o’clock tonight.

(+) They will be waiting you if you deliver this thing at nine o’clock tomorrow.

(-) I shall not be studying if you come at seven o’clock tonight.

(-) They will not be waiting you if you deliver this thing at nine o’clock tomorrow.

(?) Shall I be studying if you come at seven o’clock tonight?

(?) Will they be waiting you if you deliver this thing at nine o’clock tomorrow?

c. Future Perfect Tense (Waktu Sempurna Akan Datang)

Rumus :

(+) : S + will/shall + have + V3 + O
(-) : S + will/shall + Not + have + V3 + O
(?) : will/shall + S + have + V3 + O?

Contoh :

 

(+) I shall have finished my homework at 10 o’clock tonight.

(+) She will have come there next month.

(-) I shall not have finished my homework at 10 o’clock tonight.

(-) She will have come there next month.

(?) Shall I have finished my homework at 10 o’clock tonight?

(?) Will she have come there next month?

d. Future Perfect Continuous Tense (Waktu Berlangsung Sempurna Akan Datang)

Rumus :

(+) : S + will/shall + have + been + Ving + O
(-) : S + will/shall + Not + have + been + Ving + O
(?) : will/shall + S + have + been + Ving + O?

Contoh :

 

(+) I will have been reading a newspaper.

(+) He will have been listening music.

(-) I will haven’t been reading a newspaper.

(-) He will haven’t listening a music.

(?) Will I have been riding a newspaper ?

(?) Will He have listening a music ?

 

4. Past Future Tense (Akan Datang Di Waktu Lampau)

a. Past Future Tense (Waktu Akan Datang Di Waktu Lampau)

Rumus :

(+) : S + would/should + V1 + O
(-) : S + would/should + Not + V1 + O
(?) : would/should + S + V1 + O?

Contoh :

 

(+) I should come here for a lunch yesterday, but it was raining.

(+) She would pay debts two days ago, but her money was stolen.

(-) I shouldn’t come here for a lunch yesterday.

(-) She wouldn’t pay debts two days ago.

(?) Should I come here for a lunch yesterday?

(?) Would she pay debts two days ago?

b. Past Future Continuous Tense (Waktu Akan Sedang Terjadi Diwaktu Lampau)

Rumus :

(+) : S + would/should + be + Ving + O
(-) : S + would/should + Not + Be + Ving + O
(?) : would/should + S + Be + Ving + O?

Contoh :

(+) I should be swimming at the following day..

(+) I should be sleeping at 10 o’clock tomorrow.

(-) I shouldn’t be swimming at the following day.

(-) I shall not be sleeping at 10 o’clock tomorrow.

(?) Shall I be swimming at the following day?

(?) Shall I be sleeping at 10 o’clock tomorrow?

c. Past Future Perfect Tense (Waktu Akan Sudah Selesai Di Waktu Lampau)

Rumus :

(+) : S + would/should + Have + V3 + O
(-) : S + would/should + Not + Have + V3 + O
(?) : would/should + S + Have + V3 + O?

Contoh :

(+) He would have graduated if he had studied hard.

(+) She would have come if you had invited her.

(-) He would not have graduated if he had not studied hard.

(-) She would not have come if you had not invited her.

(?) Would he have graduated if he had studied hard.

(?) Would she have come if you had invited her.

d. Past Future Perfect Continuous Tense    (Waktu Yang Sudah Sedang Berlangsung Pada Waktu Lampau)

Rumus :

(+) : S + would/should + Have + Been + Ving + O
(-) : S + would/should + Not + Have + Been + VIng + O
(?) : would/should + S + Have + Been + Ving + O?

Contoh :

(+) Mrs. Nurul would have been walking here for seventeen years.

(+) Rianawati would have been speaking English for two years.

(-) Mrs. Nurul wouldn’t have been walking here for seventeen year.

(-) Rianawati wouldn’t have been speaking English for two years.

(?) Would Mrs. Nurul have been walking here for seventeen years?

(?) Would Rianawati have been speaking English for two years?

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.